Rumah Dunia: Suaka Para Pemimpi

“Kalau bukan karena mimpi, orang seperti kita ini sudah mati, Kal! ~ Arai, Sang Pemimpi

Kalau kamu terlahir dari bapak seorang kuli bangunan. Ibu kuli cuci. Tumbuh besar di kawasan pinggiran kota Jakarta. Memangnya apa yang berhak kamu impikan? Seandainya sedari kecil saya tidak dianugrahi kegemaran membaca buku-buku cerita anak… Entah lah. Mungkin saya tak akan berani bermimpi yang muluk-muluk. Semisal mengangankan menjadi presiden, filsuf besar, atau CEO sebuah perusahaan kredit panci multinasional. Baca lebih lanjut

Iklan