Novel

“SAKIT 1/2 JIWA”

Sakit 1/2 Jiwa

Jika suatu hari di jalan kota atau pelosok desa elo-elo pada ketemu seorang remaja pake jaket buluk, T-Shirt putih yang udah lecek, atau kemeja warna abu-abu taik kucing, jeans rombeng yang nyaris jamuran, jas hujan warna ijo taik kuda, sepatu TNI warna item, menyandang blue-night ransel, dan berkepala botak! Panggil aja dia: “Hei, Bob!” Maka remaja bandel itu akan menoleh, tersenyum, dan…, PLTAKK!!!!!—menjitak kepala lo dengan sadisnya (bukan menjabat tangan lo dengan eratnya), seraya berkata: “Aduh Bro, apa kabar, ke mana aja lo nggak keliatan? Ditelen Satpam Ancol ye?!”

“Elo tuh sakit ye!”
“Sakit apaan, Mon?”
“SAKIT JIWA, tau!”
“Kayaknya sih iya, tapi cuma setengah sih!”
“Wah, bener-bener sakit nih orang! Nggak ngerti gue Bob!”
“Iya Mon, gue sakit jiwa, tapi cuma setengah!”
“Sakit ½ jiwa, gitu? Mana ada, woy!”

Bermula dari rasa penasarannya pada pesan gaib dari Si Kakek Bijak, Bobi memutuskan melakukan perjalanan ke tanah Baduy untuk menemukan kubur ari-arinya. Perjalanan ini adalah sebuah proses pencarian jati diri. Ari-ari Bobi yang dikuburkan di Baduy, bagi Bobi adalah bagian darinya yang tercecer; setengah jiwanya yang belum ia temukan.

Bobi merasa ada panggilan batin. Ia harus menemukan kubur ari-arinya itu, seperti seorang bajak laut yang bersikeras menemukan harta karun. Tetapi apa yg dicari Bobi bukan sembarang harta karun. Harta karun berwujud ari-ari yang sudah lumat ditelan bumi Sasaka Domas itu, semacam harta karun jiwa (soul treasure) yang akan membawa padanya sebuah jejak dari masa lampau.

Namun, pada saat yang sama, Bobi dihadapkan pada pertanyaan Monda, gebetannya: “Apa sih yang LEBIH BERARTI dari GUE? Harta karun Fir’aun? Berlian peninggalan Cleopatra? Harta rampasan perang Napoleon?!”

Dalam perjalanannya ini, yang seolah tak lebih dari gairah berlebih seorang remaja eksentrik, Bobi bersama tokoh-tokoh lainnya mengalami berbagai peristiwa seru, cinta lokasi, serta begitu banyak kekonyolan yang akan mengocok perut pembaca.

Lantas, apakah perjalanan Bobi memang bermakna sebagai pencarian setengah jiwanya (terapi sakit ½ jiwanya!). Atau seperti kata Monda: “A HALF OF YOUR FOOLISHNESS, Bob!”

“GOTCHA!”

Gotcha!

“Man, suhunya…, lo ngerasa dingin nggak?” Tanya Radit.
“Dinginnya beda….” Angguk Rangga.
“Gak usah didramatisir gitu deh….” Bogi pipis di celana.
“Serius. Ini bukan dingin suhu dunia…, tapi dinginnya suhu kuburan! Artinya, gudang ini emang potensial banget dijadiin tempat cek in arwah-arwah gentayangan!”

………

Gudang adalah tempat penyimpanan barang-barang yang sudah tak lagi terpakai. Tapi apa jadinya, jika gudang dijadikan tempat penyimpanan mayat-mayat orang yang mati secara tidak wajar?

Rangga, Radit, dan Bogi adalah biang rusuhnya SMU Bonafid. Adaaa aja kerjaan mereka yang bikin orang-orang pada bete. Ngisenginnya juga nggak tanggung-tanggung, dari temen, guru, bahkan kepala sekolah nggak luput dari ulah mereka. Sampai suatu hari keisengan mereka merembet ke penelitian ala Ghost Buster di gudang sekolah yang sudah bertahun-tahun tidak terpakai. Nggak nyangka, oh nggak nyangka… BANYAK hantunya! Mereka kalang kabut jadi bulan-bulanan hantu rese beraneka spesies: dari hantu latah sampe hantu tukang kebun yang demen banget nakut-nakutin dengan gunting gedenya. Ketemunya juga di mana-mana—ugh, bener-bener nyebelin plus nakutin tuh hantu-hantu. “Aduuuh, aduuuh, gimana dong?” ujar salah satu dari mereka, panik. “Masa kita bakal dibuntutin kayak gini terus?”

Novel adaptasi karya Endang Rukmana ini emang lain dari yang lain. Kapan lagi, coba, horror dan komedi nyampur jadi satu? Dijamin elu bakalan ketawa sampe mencret, hi hi hi hi, hohohoho, heuheuheu…gakgakgak…gyahahaha…!

Pahe Telecinta

Pahe Telecinta

“Novelmu lucu en bikin seger, bahasanya mengalir dan nggak ribet, jadi ketawa sendiri bacanya, sekaligus jadi inget zaman-zaman kuliah, salut deh! Ndang, maneh gelo pisan, gusti, eta ngungudag awewe tepi ka kitu, tapi didinya bodor pisan euy, btw ieu mah lain novel, curhat nya? Semua ada hikmahnya, teu jadi kabogoh, jadi novel, bisaan euy!”
—Rieke Diah Pitaloka (Artis, presenter, komedian, penulis, pemeran “Oneng” dalam serial komedi “Bajaj Bajuri”)

“Pahe Telecinta, hmm…, romantis & fun abiz! Kayaknya novel ini ditulis si Endang saat dia falling in love. Cocok buat lu yang lagi pdkt ama cewek!”
—Gola Gong (Novelis, script writer di RCTI, penulis serial petualangan legendaris “Balada Si Roy”, penulis novel trilogi “PadaMu Aku Bersimpuh”, perintis komunitas “Rumah Dunia”)

“Setengah fiksi, setengah kisah nyata? Wah, susah juga yah, nebak yang mana yang nyata yang mana yang enggak. Yang jelas, novel komedi ini bener-bener bikin gue senyum-senyum sendiri. Ini kenyataan!”
–Raditya Dika (Penulis novel Kambing Jantan & Cinta Brontosaurus)

“Duoh, kalo nyari novel kocak en berbobot sih ga usah nyari yang laen deh! Udah paling bener novelnya si Endang Rukmana—udah yang paling EDAN deh! Dijamin elo bakal ngakak 7 hari 7 malem! Buktiin sendiri kalo kaga percaya! Buruan beliii…!!!!!”
—Dila Ariestiani (Penulis “Girls Guide: Semua Tentang Cowok”)

Hantu Biang Kerok

Hantu Biang Kerok
Dari Utara, dari Barat, dari Selatan, dari Timur, wahai para makhluk gaib dari segala penjuru, datanglah…! Datanglah…! Mainkanlah jangka ini…! Dengarkanlah panggilan ini…!

Mantra Jangka Setan yang diucapkan Simon di sebuah rumah tua benar-benar memanggil penghuni rumah itu. Dia dan keempat temannya, Ferry, Rifky, Steve, dan Aryo pun dihantui sosok-sosok yang begitu menyeramkan. Anehnya, hantu-hantu itu merintih-rintih, minta diselamatkan. Namun, keadaan semakin mengerikan dan minta korban jiwa. Nyawa kelima sahabat itu pun terancam.

Ada apa dengan rumah tua itu? Siapa pula cewek aneh yang ditemui Ferry? Siapa KORBAN selanjutnya?

ML (Mau Lagi…?); Indonesia Pae Bukan American Pie

ML (Mau Lagi...?); Indonesia Pae Bukan American Pie

ML (Mau Lagi...?); Indonesia Pae Bukan American Pie

“Elu gimana bisa buat dokumenter tentang pergaulan bebas, kalo elu sendiri aja belum pernah ngerasain?”

Hari ini zamannya pergaulan bebas, seks bebas. Wisnu, perjaka tingting berumur dua puluh tiga tahun ini mencoba membuat film dokumenter tentang pergaulan bebas. Ia memilih sahabat-sahabatnya sendiri sebagai narasumber film dokumenternya. Ada Mario yang nggak tahan hidup tanpa Maen Lenong sama ceweknya, Manda, serta Askar yang hobinya one night stand – yang memang menganut paham ‘bebas’.

Wisnu yang keukeuh dengan prinsip sex after married akhirnya tergoda juga saat Mario menantangnya untuk ML dalam waktu tiga puluh hari. Taruhan pun dibuka dengan tantangan balasan, Mario dilarang ML selama tiga puluh hari. Yang kalah, dapet hadiah nyium Olgawati, cewek jadi-jadian teman kampus mereka.

Maka dimulailah perjuangan Wisnu, dengan skill ‘menggaet cewek’ yang pas-pasan, mendekati cewek impiannya. Dan Mario yang setengah mampus menghindari Manda. Gimana juga nasib Askar yang kepincut sama cewek cakep, yang justru menolak terus ajakannya?

Blackforest Blossom

Bagian paling nggak enak jadi anak baru di SMA adalah perlakuan semena-mena dari para senior. Itu pula yang terjadi pada Romeo, Rojali dan Roy yang baru aja memasuki SMA Bhineka. Pada Masa Orientasi Siswa (MOS) ketiga cowok ini dikerjain abis-abisan oleh kakak-kakak kelasnya. Romeo mungkin satu-satunya murid baru yang paling banyak mendapatkan tanda tengkorak—tanda yang diberikan tiap kali murid baru membuat kesalahan—di antara temannya yang lain. Bayangin aja, hari pertama MOS, Romeo, yang punya tampang mirip Nicholae Saepisan, pemeran utama film Janji Jono itu, udah nonjok kakak kelasnya yang secara usil membaca diary-nya. Duh!!!

Lain halnya dengan Rojali dan Roy. Bisa dibilang, hukuman mereka masih batas standar—alias nggak jauh beda dengan anak baru lainnya. Rojali, anak tuan tanah Betawi yang punya kebon pete lima hektar ini, disuruh bawa pete kupas dengan berat bersih 7 kilo 5 ons 3 ½ gram. Dan, Roy yang mukanya mirip Kabayan banget, disuruh bawa dodol plus peuyeum bandung sebanyak lima kilo.

Ketiga cowok ini nggak mau pasrah begitu aja. Di bawah bendera The Refo! mereka melakukan perlawanan untuk mendapatkan hak yang setara sama senior mereka. Huuuuu…takuttttt!!!

Namun, usaha mereka ternyata nggak segampang yang dibayangkan. Bomberz!, geng anak kelas dua dan tiga yang sok banget, nantangin mereka untuk membuktikan siapa yang paling hebat di antara mereka.

Semua tantangan yang dikasih Bomberz! mereka jabanin dengan berani. Mulai dari ngadu bola, sampai ngegebet tiga orang cewek senior—Julia, Jiwa dan Jasmine—anggota The J yang terkenal karena kecantikan, kepintaran, dan kejutekannya. Romeo sendiri, diam-diam mulai suka sama Julia gara-gara cewek yang pintar bikin blackforest itu membangkitkan kenangannya akan ibunya yang sudah meninggal. Ck…ck…ck….

Lucu, seru dan menghibur, itu yang bakal kamu dapatkan kalau membaca novel Blackforest Blossom terbitan GagasMedia ini. Kayaknya penulis buku ini, Endang Rukmana, emang makin mantap aja dengan genre komedinya. Blackforest Blossom yang juga merupakan salah satu varian terbaru Connelo Royale, nggak terasa nyes di mulut aja. Tapi juga nyes di hati. Hmmm….

Kisah anak remaja yang baru memasuki SMU emang nggak ada abisnya deh. Nah, pada novel ini Endang mencoba untuk berbagi cerita tentang bagaimana sih rasanya ciuman itu. “Jadi, ceritanya itu tentang tiga remaja yang melepas keperjakaan bibirnya,” kata Endang sambil tersipu-sipu. Yang jelas, begitu kamu baca novel ini, kamu bakal mendapatkan sensasi tersendiri.

Toilet – Kalau Vampir Kebelet Gaul


Edward dan keluarga vampir hijrah ke dunia manusia. Biar aman, Edward menyamar menjadi siswa SMU. Tapi, muncul masalah ketika Edward harus terlibat cinta yang aneh dengan menu makanan utamanya! Namanya Icabella bin Muit Sawan, putri tunggal Komandan Muit Sawan, kepala persatuan hansip se-Kota Depok. Keinginan Edward untuk mencintai dan pada saat yang sama MENGONSUMSI cewek ini begitu menggebu-gebu!

Kondisi semakin gawat darurat ketika sekonyong-konyong muncul tiga vampir legendaris yang rese: JP Coen, Mak Vampir, dan Kala Gondang! Lantas, bagaimanakah nasib cinta Edward dan Icabella?

Compunerds

Saya jomblo. That’s true. Tapi, bukan berarti saya nggak laku. Saya mau sendiri dulu. Ini cuma soal pilihan aja, kok. Jadi jomblo itu pilihan. Punya pacar juga pilihan.

Nggak ada yang salah, kan? Dan nggak perlu digembar-gemborkan sampai harus dijodoh-jodohin segala.

Ketahuan jomblo nggak bikin saya malu, tapi dijodohin itu yang nggak seru! Basi, tahu. Kayak saya nggak bisa cari sendiri aja. Saya ini lumayan memesona-sekedip mata bisalah kesabet satu-dua perempuan. Tapi-sekali lagi saya tekankan-saya memilih menunggu yang cocok. Terlalu gampang jadian, biasanya gampang juga putusnya.

Saya menunggu orang dan waktu yang tepat. Kalau tiba waktunya, pasti akhirnya pacaran juga. Ehem, mumpung lagi buka ‘lowongan’ jadi pacar, situ berminat nggak?

Cium Aku Lagi Pliss

First kiss best forever. Setidaknya itulah yang dirasakan Seruni akan pengalaman dengan Ferdinand, teman masa kecilnya. Setelah lima tahun menghilang dari kehidupan Seruni, Ferdinand mendadak muncul sebagai guru honorer di sekolahnya. Ciuman pertama mereka pada suatu sore yang diguyur hujan mengikatkan kembali tali cinta di antara keduanya. Perasaan yang selama ini terpendam, menyeruak dengan hebatnya dalam diri mereka.

Hubungan pertemanan bagi kakak dan adik di masa lalu sontak berubah menjadi hubungan antar guru dan murid. Tak seorang pun mengetahui rahasia masa kecil mereka, tidak juga Mei sahabat karib Seruni. Sekalipun sudah di depan mata, hubungan cinta lama yang bersemi kembali itu bukan tanpa rintangan dan halangan. Keduanya lantas menyusun strategi dengan rapi, demi menyelamatkan kenangan indah yang begitu membekas di hati…

No Manyoon: Vampir Narsis vs Werewolf Ngocol

no manyoon

Gileee…!!! Udah jatah Bella kali ye ditaksir ama cowok-cowok aneh? Kehadiran Yakub, werewolf dodol blasteran suku Betawi dan Indian Quilette, dalam hidup Bella memang tahu momen. Pas hobi manyun Bella mencapai puncaknya gara-gara ditinggal Edward, pacar vampirnya, Yakub datang bak penjual es cendol di tengah lapangan bola. Lumayan, setidaknya dagangan nasi uduk Bella selalu laris manis gara-gara nafsu makan Yakub yang di luar batas kenormalan. Tak dinyana tak diduga, Edward datang lagi. Ada apa gerangan? Apa cuma karena cemburu? Duooh, Bella jadi ge-er banget. Ternyata… oh ternyata… Edward memang punya misi yang misterius bin romantis. Misi apaan, seh?

Trus, mana yang bakal dipilih Bella? Edward yang putih dan dingin mirip-mirip dikit ama pocong diolesin parutan es kutub ataukah Yakub yang item manis anget-anget serupa martabak ketan kelawat mateng? Pertempuran hebat dua makhluk horror ini pun terjadi! Dan pemenangnya adalaaaahhhhh….

Iklan

92 thoughts on “Novel

  1. jadi inget dulu jaman SMA ngakak sendiri di kamar asrama gara-gara baca novel sakit 1/2 jiwa – nya endang rukmana. sempet kepikiran pengen beli ini novel, maklum waktu itu baca punya perpus sekolah. kira-kira kalau mau beli dimana??? ditunggu novel-novel petualangan lainnya.

  2. bang endang kalau mau beli novelnya dmna ya? saya cari di toko buku udah ngga ada semua. saya mau ngoleksi nih bang, dulu udah baca 4 novel abang tapi tu juga dpt minjem. hehe

  3. Novelnya pada keren kak… Pengen beli buat motivasi tulisan2 aku..Di toko buku sekitar cilegon serang ada ga kak?

  4. briliant akang Edang 🙂
    langusng kepincut dari pertama baca Toilet. Itu novel imut ada lnjutan smapek versi breaking dawn nya gak ya ??

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s