Pesan yang Saya Tulis di Sebuah Pulau

Untuk Emak:

Jangan pernah merasa gagal dalam mendidikku. Emak sudah melakukan yang terbaik untuk hidupku. Sekarang, biarkan aku memilih dan mempertanggungjawabkan jalanku. Baca lebih lanjut

Iklan

Berawal dari Telur, Lalu Turun…

Kami berasal dari peradaban yang sangat maju. Kebebasan individu sangat dijunjung tinggi. Judi, ngedrugs, ngadu jangkrik, bergalau-ria hingga beranak-pinak boleh dilakukan di tempat umum. Pokoknya, semua boleh dilakukan, selama tidak merugikan individu lain. Hanya ada satu hal yang dilarang, yakni memakan buah-buah dari pohon langit.
Ya, di tempat kami banyak terdapat pohon langit. Tidak seperti pohon lainnya, pohon langit sesuai namanya muncul dari langit. Maksud kami, pohon-pohon itu tumbuh begitu saja dari awan-awan gelap. Pohonnya terus tumbuh sampai nyaris menyentuh permukaan bumi dan lautan. Sangat indah. Sekaligus mengerikan. Baca lebih lanjut

Kanak-Kanak dan Bebek-Bebek

“Hidup hanya menunda kekalahan. Tambah terasing dari cinta sekolah rendah.” ~ Chairil Anwar

 

Bagi kebanyakan masyarakat pinggiran kota Jakarta, sedikit sekali dari kami yang dapat mengenyam pendidikan formal jenjang Taman Kanak-Kanak. Penghasilan para orang tua hanya cukup untuk membeli beras, ikan asin, sambal terasi. Satu dus indomie itu sudah sebuah kemewahan. Maksud hati mendaftarkan anak-anaknya ke Taman Kanak-Kanak yang ada di komplek seberang kampung, apa daya para orang tua hanya mampu mengirim kami ke rumah Pak Dalin, seorang alim ulama, untuk belajar mengaji.

Tetapi kami kanak-kanak, anda tidak perlu khawatir wahai orang dewasa. Kami selalu bisa menemu-ciptakan taman bermain kami. Baca lebih lanjut

Memaknai Kehilangan

Memaknai Kehilangan

Hilang. Barangkali ini adalah kata yang paling tidak kamu sukai. Coba kamu ambil sebuah kertas putih. Lalu tuliskan kata “hilang” pada kertas putihmu itu. Biarkan dia sendiri, tanpa kata-kata yang lain. Lihat, betapa NELANGSA dan menyesakkannya kata HILANG itu, bukan?
Tetapi kawan…, selain kengerian, kenyerian, kepahitan dan kegetiran; kehilangan juga menawarkan kepada kita kearifan. Kehilangan adalah pil pahit. Jamu.
Pada kemasan jamu, biasanya dituliskan apa saja khasiat yang akan kita peroleh. Berikut ini adalah sederet khasiat (baca: kearifan) dari jamu bernama kehilangan. Baca lebih lanjut

Saya Hampir Mati, Saat Sekonyong-konyong Timeline…

Saya Hampir Mati, Saat Sekonyong-konyong Timeline…

Anda tidak sedang membaca sebuah drama. Judul esai ini adalah yang sebenarnya terjadi pada hidup saya. Ada titik zenith. Ada pula titik nadir… Batas antara sang pemenang dan si pecundang amat tipis, Sobat. Percayalah. Setiap detik keputusan yang kamu ambil bisa membuat kamu melesat dahsyat atau sebaliknya tergelincir getir hingga ke palung kenistaan. Baca lebih lanjut

Aturan Main untuk Sebuah Perkenalan

Aturan Main untuk Sebuah Perkenalan

Saya bukan Anwar yang bisa dengan mudah menyapa cewek di atas bus yang penuh sesak, di rumah makan yang dipenuhi asap, atau di saat-saat genting mengantre toilet umum. Tak pernah bisa seperti Agus yang pakar menepuk pantat lawan jenisnya untuk mencari perhatian. Juga tak ingin meniru jejak Joko yang hanya bisa memandangi cewek dari kejauhan sambil sesekali membetulkan celana dalamnya dan berulang kali meraba dada Anwar sebagai pelampiasan. Baca lebih lanjut

Alhamdulillah Ya…, Malam Minggu Ini

Alhamdulillah Ya…, Malam Minggu Ini

Memang baru jam lima sore. Namun bulu kuduk saya sudah siap tempur. Sekonyong-konyong tercium bau-bau kenangan. Sesekali berkelebat…bayang-bayang penolakan! Ugh! Untuk survive melewati malam ini, saya harus sudah mengantisipasi segala kemungkinan ter-horror! Baca lebih lanjut