Tentang Endang

katanya sih Endang pengen punya kakak perempuan...

katanya sih Endang pengen punya kakak perempuan...

Mendengar nama Endang Rukmana, apa yang langsung tersirat di benakmu? Penampakan seperti apakah yang kamu bayangkan? Coba kutebak, paling-paling yang terlintas di benakmu adalah nama seorang Sekdes di di Jawa Barat, benar? Atau jangan-jangan namanya agak mirip dengan penjaja kredit panci langganan ibumu?

Kalau pun seseorang bernama Endang Rukmana mengaku-ngaku sebagai penulis, haqul yakin, yang terpikir olehmu paling-paling sebuah buku saku dengan judul “budidaya lele macan” atau “metode mengkawinsilangkan jeruk bali dan pesut mahakam”, benar begitu?

Jika kamu kebetulan pernah bertemu dengan Si Endang Rukmana ini, lagi-lagi, saya amat yakin, kamu juga tidak akan terlintas sedikitpun kalau dia seorang pengarang andal, bukan? Sebab tampangnya memang jauh dari pencitraan kata COOL. Apalagi bijak bestari. Dia culun dalam berbusana. Pecicilan dalam bertingkah. Dan kamu benar, wajahnya juga sesuai namanya, banyak yang bilang dia identik dengan akang-akang dari Tasikmalaya, yang rajin menawarkan kreditan panci. Bahkan, berdasarkan catatan yang shahih, Endang pernah ditolak sebelum menyatakan cintanya, sebab wajahnya terlalu kembar siam dengan mamang penjaja tahu langgganan ibu si cewek.

Baiklah, sekarang kuberitahu kamu—dan kamu, semual apa pun, harus menerima kenyataan ini—bahwasanya Endang Rukmana yang satu ini, yang sedang kamu baca profilnya ini, adalah pengarang dari sepuluh judul novel populer yang sukses diterbitkan oleh GagasMedia dan Bentang Pustaka. Prestasi lain Endang? Dia adalah penggondol gelar “Unicef Award for Indonesian Young Writers” (2004).

Keren to? Mantep to? ^_^ –> *ter-mbah surip mode on*

endang pipiAlamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya // <![CDATA[
document.wri

106 thoughts on “Tentang Endang

  1. @Fitri. Iya, saya belum bisa manage blognya. Belum keurus euy. Yang macho emang kek gmn, ya? Tapi sepertinya saya memang tidak merasa macho. Saya bukan tipe cowok superman. Saya tipe Clark Kent 🙂

  2. okeii,, di antos yaa a..
    kasian buku sakit 1/2 jiwa udh lecek dr SMA kls 3 smpe skrg kuliah smstr 7 di bulak-balik trus,
    pengen minta cerita yg baruu.. =D

    nitip salam buat Bobi van Kendeng, bilangin.. kutunggu duda mu.. heuheu

  3. Udaaahhh.. aku punya toilet, blackforest blossom.. etc
    tp tetep ajah sakit 1/2 jiwa blm ada yg bs nggantiin di hati.. =D

  4. ketemu lagi.. nemu blognya kang endang 🙂
    setelah 3 tahun yang lalu terakhir kali bertemu muka, setelah hampir 2 tahun yang lalu tak lagi mengikuti perkembangan karya novelnya, sekarang ketemu ‘tempat sampah’ kang endang.
    izin follow blognya ya kang,, hatur nuhun 🙂

  5. mas endang, sekarang kalo mau beli buku sakit 1/2 jiwa ini dimana ya? soalnya seingat saya dulu belinya udah lama banget, kelas 2 ato 3 sma gitu, sekarang mah udah kuliah taun 3(hehe udh lama bgt) dan udah ilang dipinjem org..
    trims 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s