Testimoni untuk Rumah Dunia

Testimoni untuk Rumah Dunia

 

Hijrah itu memang perlu dalam hidup kita. Contohnya saya. Entah seperti apa saya sekarang jika medio 1998 dulu keluarga saya tak memutuskan pindah ke Banten. Ringkas kisah, di tahun 2002 saya bergabung dengan Kelas Menulis Rumah Dunia, tempat saya bertemu dua orang guru kehidupan: Mas Gola Gong dan Toto ST Radik. Lalu juga teman-teman istimewa, para relawan dan peserta kelas menulis. Uniknya kebanyakan teman-teman di Rumah Dunia ini memiliki stereotip sosial-ekonomi yang sama seperti saya, yakni seorang dari keluarga menengah-kebawah (untuk tidak menyebut kata miskin) tetapi dengan semangat belajar yang besar dan mimpi seluas jagat. Saya menyaksikan para relawan yang masih usia sekolah dan kuliah ini tumbuh berkembang, menjadi seseorang. Mereka ada yang menjadi wartawan, penyair, penulis novel dan skenario atau blogger handal.

Saya sendiri sebagai alumni Kelas Menulis Rumah Dunia angkatan pertama telah berhasil meraih sejumlah prestasi membanggakan dalam hidup saya, di antaranya adalah Anugerah “Unicef Award for Indonesian Young Writers” (2004), dan hingga saat ini saya telah menerbitkan sepuluh judul novel remaja di GagasMedia dan Bentang Pustaka. Kini saya telah sepenuhnya hidup dari skill menulis yang pondasinya saya peroleh dari Rumah Dunia. kalau diingat-ingat lagi, 13 tahun silam saya cuma seorang remaja putus sekolah akibat ketidakberdayaan ekonomi. Begitulah, saya yakin masih banyak anak-anak Indonesia berpotensi tetapi tidak berkemampuan ekonomi akan mendapatkan kesempatannya di Rumah Dunia. Go!

 

NB: Rumah Dunia sedang menggalang dana untuk pembebasan lahan. Saya dan kawan-kawan mungkin tidak bisa banyak membantu secara finansial. Tetapi mari kita share notes saya ini di facebook masing-masing. Dunia perlu tahu!

 

http://www.rumahdunia.net/

http://www.rumahdunia.com/

 

Ketjup kreatif,

Endang Rukmana

Iklan